Co-Working space di luar negeri.
Seperti kata Brad Neuberg, pria yang kerap disebut sebagai pelopor coworking space: "Seakan-akan pilihannya adalah memiliki pekerjaan, yang akan memberi saya struktur dan komunitas, atau menjadi pekerja lepas dan memiliki kebebasan dan kemerdekaan. Kenapa tidak dua-duanya?" ujar Neuberg dalam sebuah tulisan di The New York Times.
Neuberg telah membuka jalan untuk coworking space pada 2005. Saat ini, sekitar 8 tahun kemudian, coworking space tumbuh subur di banyak negara.
Di Eropa, misalnya, Inggris sering disebut sebagai negara yang paling getol mengadopsi coworking space. Beberapa coworking space di Inggris pun didukung oleh pemerintah setempat, selain ada juga yang didukung oleh perusahaan seperti Google.
Coworking space di seluruh dunia tidak memiliki format yang seragam. Ada yang murni tempat bekerja, ada yang sekaligus bisa digunakan untuk tinggal atau bermalam, ada juga yang memiliki fasilitas mentoring dengan dukungan dari korporasi besar.
Menurut Didi, di Inggris coworking space banyak tumbuh di seputar industri kreatif. Sedangkan di Finlandia, tradisi manufaktur yang kuat menghadirkan coworking space yang terintegrasi dengan bengkel.
Namun, satu semangat yang sama dari coworking space adalah kumpul-kumpul sambil kerja. Dan dari kumpul-kumpul itu, banyak hal bisa terjadi.
Co-working space di Indonesia.
Tak hanya di luar negeri, kini di Indonesia pun Co-working space sedang mengalami pertumbuhan yang positif. Banyak inkubator dan co-working space yang muncul di berbagai tempat di kota besar, dan semuanya bertujuan untuk memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan startup. Beberapa tempat disediakan secara gratis dan beberapa lagi berbayar. Jika Anda mencari tempat yang bagus untuk bekerja, berinteraksi, berkolaborasi, belajar, dan mengembangkan startup Anda di Indonesia, berikut adalah sepuluh co-working space yang bisa jadi pilihan Anda.
1. Bandung Digital Valley | Bandung
BDV (Bandung Digital Valley adalah co-working space gratis yang diluncurkan oleh Telkom di Bandung pada bulan Desember tahun 2011 lalu. Berlokasi di R&D center milik Telkom, tempat ini memiliki luas 1.200 meter persegi, dan Telkom mengijinkan orang-orang menggunakannya sebagai co-working space, ruangan gadget, ruangan rapat, dan ruangan inkubasi. BDV dibangun untuk mendukung dan memfasilitasi perusahaan atau produk milik technopreneur atau developer dan menjembatani mereka dengan target pasarnya. Telkom mengatakan bahwa mereka akan berinvestasi sebesar Rp 50 miliar di BDV untuk jangka waktu tiga tahun ke depan. Co-working space ini sendiri bisa menampung 100 orang. Untuk bisa menempati BDV, Anda hanya perlu mendaftarkan diri di situsnya.
2. Code Margonda | Depok
CodeMargonda adalah co-working space pertama di kota Depok dan didirikan oleh Tommy Herdiansyah dan Febrian Shandy Rifano. Tempat ini bertujuan untuk memfasilitasi interaksi dan kolaborasi antara startup lokal yang ada di wilayahnya. Tempat ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas untuk 35 orang, dan juga memiliki ruang rapat, dan ruang diskusi. Tim atau individu yang non-profit bisa menggunakan tempat ini secara gratis. Tapi mereka yang mencari profit dari usahanya harus membayar. Biaya sewanya adalah Rp 15.000 per empat jam untuk member dan Rp 25.000 untuk non-member. Biaya sewa per bulannya sebesar Rp 660.000, dan biaya sewa per tahunnya sebesar Rp 7,9 juta. Selain menyediakan tempat, CodeMargonda juga sering mengadakan event gratis atau berbayar seperti workshop dan diskusi.
3. COMMA | Jakarta
COMMA (Collaboration Matters) mengaku sebagai co-working space pertama di kota Jakarta, dan didirikan oleh tujuh nama besar di dunia entrepreneur Indonesia seperti Rene Suhardono (career coach dan founder ImpactFactory), Yoris Sebastian (founder konsultan kreatif OMG), dan Dondi Hananto (founder wujudkanID) di bulan November 2012 lalu. COMMA ingin menumbuhkan lingkungan entrepreneur di Indonesia dengan memfasilitasi orang-orang dari berbagai latar belakang agar mereka bisa berinteraksi dan berkolaborasi. Tidak seperti co-working space lainnya, yang secara spesifik ditujukan untuk startup, technopreneur, atau developer, COMMA menerima orang dengan latar belakang yang berbeda yang tertarik dan ingin bergabung di industri teknologi. COMMA bisa menampung 40 orang, punya ruang rapat, dan bahkan punya lounge untuk bermain Playstation dan tenis meja. Tiap kursi atau tempatnya bisa digunakan dengan membayar Rp 50.000 per dua jam. Tapi jika Anda ingin tinggal lebih lama, Anda bisa mendaftar sebagai anggota dengan membayar Rp 3 juta per bulan.
4. Ciputra GEPI Incubator | Jakarta
Ciputra GEPI Incubator (CGI) diprakarsai oleh Global Entrepreneurship Program Indonesia (GEPI) dan perusahaan properti Ciputra. Space komunitas startup ini ingin menumbuhkan lingkungan entrepreneur di Indonesia dengan menyediakan space fisik di Jakarta. Tempat ini memiliki luas sebesar 520 meter persegi dan berfokus pada event, meetup, networking, dan pelatihan. Tim CGI berencana memiliki paling tidak satu event tiap minggunya dan akan melakukan yang terbaik untuk tetap gratis dan terbuka.
5. Freeware | Jakarta
Freeware adalah co-working space gratis di Jakarta. Perusahaan VC/investor, Grupara, awal tahun ini bekerja sama dengan perusahaan energi Medco Energi untuk membantu entrepreneur yang masih berada dalam fase awal untuk mengembangkan perusahaannya dengan menyediakan co-working space yang nyaman dan pembentukan komunitas. Freeware tidak hanya terbatas untuk perusahaan teknologi, tapi segala bentuk bisnis Service Management Enterprise (SME) seperti fashion, jasa, dan media. Freeware juga mengadakan sesi sharing rutin yang bertujuan untuk membahas topik tertentu tiap minggunya, dan dibawakan oleh pembicara yang terkenal dari industri startup. Freeware sudah cukup penuh saat ini dengan 14 startup yang menggunakan layanannya di tahun ini.
6. HackerSpaceBDG | Bandung
HackerSpaceBDG adalah co-working space di Bandung yang didirikan oleh Reza Prabowo dan Yohan Totting. Mereka ingin memfasilitasi startup, komunitas, atau individu; sebuah tempat bekerja dan berkolaborasi. Tempat ini menawarkan delapan space dengan akses internet secara gratis, tetapi jika ingin bekerja secara permanent, dapat mendonasikan uang sebesar Rp 500.000 per bulan. Tempat ini juga terkadang digunakan untuk event startup.
7. HackerSpaceYK | Yogyakarta
HackerSpaceYK adalah co-working space di Yogyakarta yang didirikan oleh Reza Prabowo dan Yohan Totting. Seperti halnya HackerSpaceBDG, tempat ini memfasilitasi tim atau individu dari industri kreatif seperti startup, desainer, dan penulis. Tempat ini memiliki 12 space dan bisa digunakan dengan membayar Rp 300.000 per bulannya. Luas HackerSpaceYK adalah sekitar 30 meter persegi.
8. Jogja Digital Valley | Yogyakarta
JDV (Jogja Digital Valley) adalah co-working space gratis kedua yang dibangun oleh Telkom, dan didirikan di kota Yogyakarta pada bulan Agustus lalu. Konsep dan layanan yang diberikan JDV sama dengan BDV, dan sama-sama bertujuan untuk mendorong pertumbuhan perusahaan milik technopreneur atau developer dan menjembatani mereka dengan target pasarnya. Tempat ini memiliki luas 800 meter persegi, ruangan gadget, ruangan rapat, dan ruang inkubasi. Co-working space ini bisa menampung sampai 50 orang. Telkom menginvestasikan Rp 10 miliar selama tiga tahun ke depan untuk JDV. Seperti halnya BDV, untuk menggunakan tempat ini, Anda hanya perlumendaftar di situsnya. Setelah Bandung dan Yogyakarta, Telkom juga berencana membangun Digital Valley di kota besar seperti Jakarta, Medan, Surabaya, dan Bali.
9. Hubud | Bali
Hubud adalah co-working space pertama di Ubud yang didirikan oleh tiga ekspatriat bernama Peter Wall, John Alderson, dan Steve Munroe. Tempat ini didesain dengan konsep tempat terbuka yang dikelilingi taman dan dilengkapi dengan fasilitas seperti internet yang cepat, printer, scanner, mesin foto copy, dan ruang seminar. Bagi yang ingin bekerja di Hubud, diwajibkan untuk mendaftar sebagai member dengan biaya yang berbeda-beda, seperti Rp 500.000 untuk 25 jam kerja per bulan atau Rp 2,5 juta untuk jam kerja tak terbatas selama satu bulan. Hubud memiliki operating hour selama 24 jam setiap harinya, sehingga member bisa datang kapan saja untuk bekerja. Co-working space ini juga sering mengadakan acara gratis seperti meetup atau diskusi dengan berkolaborasi dengan berbagai komunitas yang bisa diikuti oleh member.
10. Pusat Kreatif Bandung | Bandung
Pusat Kreatif Bandung yang didirikan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI ini merupakan co-working space yang juga berperan sebagai pusat inkubasi. Tempat ini diresmikan pada bulan Mei lalu dan terbuka untuk umum, dengan syarat harus mendaftar sebagai member terlebih dahulu. Fasilitas yang ditawarkan antara lain ruang kerja, ruang seminar, 2 ruang meeting, internet, dan lab dari Intel.
11. Lineup Hub | Bali
Lineup Hub merupakan sebuah co-working space yang terletak di Seminyak. Co-working space yang terbilang baru yakni dibuka sekitar bulan Mei tahun ini mempunyai dua lantai dengan berbagai fasilitas seperti wi-fi, ruang seminar, coffee brewer, dan PlayStation 4 yang bisa dimainkan di waktu senggang. Kisaran harga untuk member di Lineup Hub berbeda-beda, mulai dari Rp 1 juta per bulan untuk paket Basic (yakni hanya bisa mendapatkan akses 5 hari kerja dalam sebulan, serta diskon jika ingin menambah jumlah hari), hingga Rp 2,9 juta untuk paket Full-Time (mendapat akses tak terbatas selama sebulan, prioritas lebih menggunakan ruang seminar, menggunakan loker, dan lainnya). Bagi Anda yang tertarik mencoba, Anda juga bisa menggunakan paket harian yakni sebesar Rp 250.000 untuk satu hari. Lineup Hub beroperasi mulai dari jam 10 pagi hingga 1 malam dan buka pada hari Senin-Sabtu.
12. Startup Getaway | Bali
Berbeda dari yang lainnya, Startup Gateway yang didirikan oleh Liv.it (dulunya Contenga), sebuah komunitas startup teknologi, tidak hanya menawarkan co-working space, tapi juga menawarkan konsep lain yakni co-living space. Tidak hanya bekerja, Anda juga bisa tinggal di Startup Gateway. Startup Gateway menyediakan enam power house (semacam villa) berbeda dengan berbagai fasilitas di dalamnya. Selain co-working space, Anda bisa menggunakan fasilitas lain seperti dapur, kolam renang, gazebo, kamar tidur, perpustakaan, cafe, dan fasilitas lainnya. Asiknya, semua kebutuhan harian Anda dipenuhi oleh Startup Getaway mulai dari makan hingga laundry. Keenam power house tersebut terletak berdekatan dalam satu lokasi yang dikelilingi oleh panorama hamparan padi di sawah yang asri dan terkoneksi dengan wi-fi yang stabil. (Baca juga: 7 startup menarik di Tech in Asia Meetup Bali) Pelanggan Startup Getaway biasanya datang dengan satu tim startup yang menyewa satu power house dalam jangka waktu tertentu. Namun, Anda juga bisa bekerja di sini secara perorangan dengan jangka waktu yang bisa Anda tentukan sendiri. Biaya sewa di Startup Getaway tergantung pada durasi waktu, seperti harian, mingguan, atau bulanan, serta tergantung pada jenis kamar tidur yang di sewa. Harga termurah di Startup Getaway dimulai dari USD 50 (atau sekitar Rp 590.000) per hari.
13. The Sanur Space | Bali
The Sanur Space (TSS) adalah sebuah co-working space yang didirikan oleh PT EMIK yang merupakan cabang Emic Research di Indonesia, sebuah perusahaan riset dan konsultasi asal Belanda. TSS bertujuan untuk menyediakan co-working space yang fleksibel bagi para profesional lokal maupun internasional, serta mengadakan berbagai acara khususnya dalam bidang sosial. TSS menyediakan empat ruang bagi pelanggan, yakni main room, white room, dapur, serta ruang terbuka berupa taman. Main room biasanya digunakan untuk tempat bekerja yang dilengkapi dengan fasilitas seperti printer, scanner, mesin foto copy, dan white board. Sementara white room biasanya digunakan sebagai ruang untuk presentasi, seminar, ataupun rapat. Kisaran harga sewa di TSS yakni sekitar USD 15 (sekitar Rp 178.000) per hari. TSS beroperasi mulai dari jam 6 pagi hingga 10 malam dan buka setiap hari kecuali hari Minggu.
14. WAVE Bali | Bali
WAVE merupakan sebuah co-working space yang didirikan oleh Ryuta Saito dan Noritaka Kobayashi pada Februari 2014. Mereka ingin memfasilitasi inovator, startup, komunitas, atau individu; sebuah tempat bekerja dan berkolaborasi. Co-working space yang terletak di Kuta ini menyediakan wi-fi, printer, scanner, mesin foto copy, serta air mineral gratis bagi para member. WAVE juga bisa dijadikan tempat untuk mengadakan berbagai acara. Di antara semua co-working space di daftar ini, WAVE termasuk yang paling murah. Member bisa memilih paket mingguan yakni sebesar Rp 150.000, paket 2 mingguan Rp 300.000, dan paket bulanan sebesar Rp 500.000. Bagi Anda yang hanya ingin mampir bekerja di WAVE sehari atau dua hari, Anda tetap bisa menggunakan fasilitas di WAVE dengan harga yang bisa dinegosiasikan. WAVE beroperasi mulai dari jam 10 pagi hingga 6 malam.
Itulah sekilas tentang Co-working space. Berniat mencoba?
sumber :
http://tekno.kompas.com/
http://id.techinasia.com/
. Bandu.ng Digital
Valley | Bandung
BDV (Bandung Digital Valley adalah co-working space gratis yang
diluncurkan oleh Telkom di Bandung pada bulan Desember tahun 2011 lalu.
Berlokasi di R&D center milik Telkom, tempat ini memiliki luas 1.200
meter persegi, dan Telkom mengijinkan orang-orang menggunakannya
sebagai co-working space, ruangan gadget, ruangan rapat, dan ruangan
inkubasi.
BDV dibangun untuk mendukung dan memfasilitasi perusahaan atau produk
milik technopreneur atau developer dan menjembatani mereka dengan target
pasarnya. Telkom mengatakan bahwa mereka akan berinvestasi sebesar Rp
50 miliar di BDV untuk jangka waktu tiga tahun ke depan.
Co-working space ini sendiri bisa menampung 100 orang. Untuk bisa
menempati BDV, Anda hanya perlu mendaftarkan diri di situsnya.
Baca juga: 14 co-working space keren di Indonesia http://id.techinasia.com/8-coworking-space-keren-di-indonesia/
Baca juga: 14 co-working space keren di Indonesia http://id.techinasia.com/8-coworking-space-keren-di-indonesia/
ndung Digital
Valley | Bandung
BDV (Bandung Digital Valley adalah co-working space gratis yang
diluncurkan oleh Telkom di Bandung pada bulan Desember tahun 2011 lalu.
Berlokasi di R&D center milik Telkom, tempat ini memiliki luas 1.200
meter persegi, dan Telkom mengijinkan orang-orang menggunakannya
sebagai co-working space, ruangan gadget, ruangan rapat, dan ruangan
inkubasi.
BDV dibangun untuk mendukung dan memfasilitasi perusahaan atau produk
milik technopreneur atau developer dan menjembatani mereka dengan target
pasarnya. Telkom mengatakan bahwa mereka akan berinvestasi sebesar Rp
50 miliar di BDV untuk jangka waktu tiga tahun ke depan.
Co-working space ini sendiri bisa menampung 100 orang. Untuk bisa
menempati BDV, Anda hanya perlu mendaftarkan diri di situsnya.
Baca juga: 14 co-working space keren di Indonesia http://id.techinasia.com/8-coworking-space-keren-di-indonesia/
Baca juga: 14 co-working space keren di Indonesia http://id.techinasia.com/8-coworking-space-keren-di-indonesia/
1. Bandung Digital
Valley | Bandung
BDV (Bandung Digital Valley adalah co-working space gratis yang
diluncurkan oleh Telkom di Bandung pada bulan Desember tahun 2011 lalu.
Berlokasi di R&D center milik Telkom, tempat ini memiliki luas 1.200
meter persegi, dan Telkom mengijinkan orang-orang menggunakannya
sebagai co-working space, ruangan gadget, ruangan rapat, dan ruangan
inkubasi.
BDV dibangun untuk mendukung dan memfasilitasi perusahaan atau produk
milik technopreneur atau developer dan menjembatani mereka dengan target
pasarnya. Telkom mengatakan bahwa mereka akan berinvestasi sebesar Rp
50 miliar di BDV untuk jangka waktu tiga tahun ke depan.
Co-working space ini sendiri bisa menampung 100 orang. Untuk bisa
menempati BDV, Anda hanya perlu mendaftarkan diri di situsnya.
Baca juga: 14 co-working space keren di Indonesia http://id.techinasia.com/8-coworking-space-keren-di-indonesia/
Baca juga: 14 co-working space keren di Indonesia http://id.techinasia.com/8-coworking-space-keren-di-indonesia/
Baca juga: 14 co-working space keren di Indonesia http://id.techinasia.com/8-coworking-space-keren-di-indonesia/
Dunia startup Indonesia
saat ini sedang mengalami pertumbuhan positif. Banyak inkubator dan
co-working space yang muncul di berbagai tempat di kota besar, dan
semuanya bertujuan untuk memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan
startup. Beberapa tempat disediakan secara gratis dan beberapa lagi
berbayar. Jika Anda mencari tempat yang bagus untuk bekerja,
berinteraksi, berkolaborasi, belajar, dan mengembangkan startup Anda di
Indonesia, berikut adalah sepuluh co-working space yang bisa jadi
pilihan Anda:
Baca juga: 14 co-working space keren di Indonesia http://id.techinasia.com/8-coworking-space-keren-di-indonesia/
Baca juga: 14 co-working space keren di Indonesia http://id.techinasia.com/8-coworking-space-keren-di-indonesia/
Dunia startup Indonesia
saat ini sedang mengalami pertumbuhan positif. Banyak inkubator dan
co-working space yang muncul di berbagai tempat di kota besar, dan
semuanya bertujuan untuk memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan
startup. Beberapa tempat disediakan secara gratis dan beberapa lagi
berbayar. Jika Anda mencari tempat yang bagus untuk bekerja,
berinteraksi, berkolaborasi, belajar, dan mengembangkan startup Anda di
Indonesia, berikut adalah sepuluh co-working space yang bisa jadi
pilihan Anda:
1. Bandung Digital Valley | Bandung
BDV (Bandung Digital Valley adalah co-working space gratis yang
diluncurkan oleh Telkom di Bandung pada bulan Desember tahun 2011 lalu.
Berlokasi di R&D center milik Telkom, tempat ini memiliki luas 1.200
meter persegi, dan Telkom mengijinkan orang-orang menggunakannya
sebagai co-working space, ruangan gadget, ruangan rapat, dan ruangan
inkubasi.
BDV dibangun untuk mendukung dan memfasilitasi perusahaan atau produk
milik technopreneur atau developer dan menjembatani mereka dengan target
pasarnya. Telkom mengatakan bahwa mereka akan berinvestasi sebesar Rp
50 miliar di BDV untuk jangka waktu tiga tahun ke depan.
Co-working space ini sendiri bisa menampung 100 orang. Untuk bisa
menempati BDV, Anda hanya perlu mendaftarkan diri di situsnya.
2. CodeMargonda | Depok
CodeMargonda adalah co-working space pertama di kota Depok dan didirikan
oleh Tommy Herdiansyah dan Febrian Shandy Rifano. Tempat ini bertujuan
untuk memfasilitasi interaksi dan kolaborasi antara startup lokal yang
ada di wilayahnya. Tempat ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas
untuk 35 orang, dan juga memiliki ruang rapat, dan ruang diskusi.
Tim atau individu yang non-profit bisa menggunakan tempat ini secara
gratis. Tapi mereka yang mencari profit dari usahanya harus membayar.
Biaya sewanya adalah Rp 15.000 per empat jam untuk member dan Rp 25.000
untuk non-member. Biaya sewa per bulannya sebesar Rp 660.000, dan biaya
sewa per tahunnya sebesar Rp 7,9 juta.
Selain menyediakan tempat, CodeMargonda juga sering mengadakan event
gratis atau berbayar seperti workshop dan diskusi.
3. COMMA | Jakarta
COMMA (Collaboration Matters) mengaku sebagai co-working space pertama
di kota Jakarta, dan didirikan oleh tujuh nama besar di dunia
entrepreneur Indonesia seperti Rene Suhardono (career coach dan founder
ImpactFactory), Yoris Sebastian (founder konsultan kreatif OMG), dan
Dondi Hananto (founder wujudkanID) di bulan November 2012 lalu.
COMMA ingin menumbuhkan lingkungan entrepreneur di Indonesia dengan
memfasilitasi orang-orang dari berbagai latar belakang agar mereka bisa
berinteraksi dan berkolaborasi. Tidak seperti co-working space lainnya,
yang secara spesifik ditujukan untuk startup, technopreneur, atau
developer, COMMA menerima orang dengan latar belakang yang berbeda yang
tertarik dan ingin bergabung di industri teknologi.
COMMA bisa menampung 40 orang, punya ruang rapat, dan bahkan punya
lounge untuk bermain Playstation dan tenis meja. Tiap kursi atau
tempatnya bisa digunakan dengan membayar Rp 50.000 per dua jam. Tapi
jika Anda ingin tinggal lebih lama, Anda bisa mendaftar sebagai anggota
dengan membayar Rp 3 juta per bulan.
4. Ciputra GEPI Incubator | Jakarta
Ciputra GEPI Incubator (CGI) diprakarsai oleh Global Entrepreneurship
Program Indonesia (GEPI) dan perusahaan properti Ciputra.
Space komunitas startup ini ingin menumbuhkan lingkungan entrepreneur di
Indonesia dengan menyediakan space fisik di Jakarta. Tempat ini
memiliki luas sebesar 520 meter persegi dan berfokus pada event, meetup,
networking, dan pelatihan. Tim CGI berencana memiliki paling tidak satu
event tiap minggunya dan akan melakukan yang terbaik untuk tetap gratis
dan terbuka.
5. Freeware | Jakarta
Freeware adalah co-working space gratis di Jakarta. Perusahaan
VC/investor, Grupara, awal tahun ini bekerja sama dengan perusahaan
energi Medco Energi untuk membantu entrepreneur yang masih berada dalam
fase awal untuk mengembangkan perusahaannya dengan menyediakan
co-working space yang nyaman dan pembentukan komunitas.
Freeware tidak hanya terbatas untuk perusahaan teknologi, tapi segala
bentuk bisnis Service Management Enterprise (SME) seperti fashion, jasa,
dan media. Freeware juga mengadakan sesi sharing rutin yang bertujuan
untuk membahas topik tertentu tiap minggunya, dan dibawakan oleh
pembicara yang terkenal dari industri startup. Freeware sudah cukup
penuh saat ini dengan 14 startup yang menggunakan layanannya di tahun
ini.
6. HackerSpaceBDG | Bandung
HackerSpaceBDG adalah co-working space di Bandung yang didirikan oleh
Reza Prabowo dan Yohan Totting. Mereka ingin memfasilitasi startup,
komunitas, atau individu; sebuah tempat bekerja dan berkolaborasi.
Tempat ini menawarkan delapan space dengan akses internet secara gratis,
tetapi jika ingin bekerja secara permanent, dapat mendonasikan uang
sebesar Rp 500.000 per bulan. Tempat ini juga terkadang digunakan untuk
event startup.
7. HackerSpaceYK | Yogyakarta
HackerSpaceYK adalah co-working space di Yogyakarta yang didirikan oleh
Reza Prabowo dan Yohan Totting. Seperti halnya HackerSpaceBDG, tempat
ini memfasilitasi tim atau individu dari industri kreatif seperti
startup, desainer, dan penulis.
Tempat ini memiliki 12 space dan bisa digunakan dengan membayar Rp
300.000 per bulannya. Luas HackerSpaceYK adalah sekitar 30 meter
persegi.
8. Jogja Digital Valley | Yogyakarta
JDV (Jogja Digital Valley) adalah co-working space gratis kedua yang
dibangun oleh Telkom, dan didirikan di kota Yogyakarta pada bulan
Agustus lalu. Konsep dan layanan yang diberikan JDV sama dengan BDV, dan
sama-sama bertujuan untuk mendorong pertumbuhan perusahaan milik
technopreneur atau developer dan menjembatani mereka dengan target
pasarnya. Tempat ini memiliki luas 800 meter persegi, ruangan gadget,
ruangan rapat, dan ruang inkubasi. Co-working space ini bisa menampung
sampai 50 orang.
Telkom menginvestasikan Rp 10 miliar selama tiga tahun ke depan untuk
JDV. Seperti halnya BDV, untuk menggunakan tempat ini, Anda hanya
perlumendaftar di situsnya.
Setelah Bandung dan Yogyakarta, Telkom juga berencana membangun Digital
Valley di kota besar seperti Jakarta, Medan, Surabaya, dan Bali.
9. Hubud | Bali
Hubud adalah co-working space pertama di Ubud yang didirikan oleh tiga
ekspatriat bernama Peter Wall, John Alderson, dan Steve Munroe. Tempat
ini didesain dengan konsep tempat terbuka yang dikelilingi taman dan
dilengkapi dengan fasilitas seperti internet yang cepat, printer,
scanner, mesin foto copy, dan ruang seminar.
Bagi yang ingin bekerja di Hubud, diwajibkan untuk mendaftar sebagai
member dengan biaya yang berbeda-beda, seperti Rp 500.000 untuk 25 jam
kerja per bulan atau Rp 2,5 juta untuk jam kerja tak terbatas selama
satu bulan. Hubud memiliki operating hour selama 24 jam setiap harinya,
sehingga member bisa datang kapan saja untuk bekerja. Co-working space
ini juga sering mengadakan acara gratis seperti meetup atau diskusi
dengan berkolaborasi dengan berbagai komunitas yang bisa diikuti oleh
member.
10. Pusat Kreatif Bandung | Bandung
Pusat Kreatif Bandung yang didirikan oleh Kementerian Pariwisata dan
Ekonomi Kreatif RI ini merupakan co-working space yang juga berperan
sebagai pusat inkubasi. Tempat ini diresmikan pada bulan Mei lalu dan
terbuka untuk umum, dengan syarat harus mendaftar sebagai member
terlebih dahulu.
Fasilitas yang ditawarkan antara lain ruang kerja, ruang seminar, 2
ruang meeting, internet, dan lab dari Intel.
11. Lineup Hub | Bali
Lineup Hub merupakan sebuah co-working space yang terletak di Seminyak.
Co-working space yang terbilang baru yakni dibuka sekitar bulan Mei
tahun ini mempunyai dua lantai dengan berbagai fasilitas seperti wi-fi,
ruang seminar, coffee brewer, dan PlayStation 4 yang bisa dimainkan di
waktu senggang.
Kisaran harga untuk member di Lineup Hub berbeda-beda, mulai dari Rp 1
juta per bulan untuk paket Basic (yakni hanya bisa mendapatkan akses 5
hari kerja dalam sebulan, serta diskon jika ingin menambah jumlah hari),
hingga Rp 2,9 juta untuk paket Full-Time (mendapat akses tak terbatas
selama sebulan, prioritas lebih menggunakan ruang seminar, menggunakan
loker, dan lainnya). Bagi Anda yang tertarik mencoba, Anda juga bisa
menggunakan paket harian yakni sebesar Rp 250.000 untuk satu hari.
Lineup Hub beroperasi mulai dari jam 10 pagi hingga 1 malam dan buka
pada hari Senin-Sabtu.
12. Startup Getaway | Bali
Berbeda dari yang lainnya, Startup Gateway yang didirikan oleh Liv.it
(dulunya Contenga), sebuah komunitas startup teknologi, tidak hanya
menawarkan co-working space, tapi juga menawarkan konsep lain yakni
co-living space.
Tidak hanya bekerja, Anda juga bisa tinggal di Startup Gateway. Startup
Gateway menyediakan enam power house (semacam villa) berbeda dengan
berbagai fasilitas di dalamnya. Selain co-working space, Anda bisa
menggunakan fasilitas lain seperti dapur, kolam renang, gazebo, kamar
tidur, perpustakaan, cafe, dan fasilitas lainnya. Asiknya, semua
kebutuhan harian Anda dipenuhi oleh Startup Getaway mulai dari makan
hingga laundry. Keenam power house tersebut terletak berdekatan dalam
satu lokasi yang dikelilingi oleh panorama hamparan padi di sawah yang
asri dan terkoneksi dengan wi-fi yang stabil.
(Baca juga: 7 startup menarik di Tech in Asia Meetup Bali)
Pelanggan Startup Getaway biasanya datang dengan satu tim startup yang
menyewa satu power house dalam jangka waktu tertentu. Namun, Anda juga
bisa bekerja di sini secara perorangan dengan jangka waktu yang bisa
Anda tentukan sendiri. Biaya sewa di Startup Getaway tergantung pada
durasi waktu, seperti harian, mingguan, atau bulanan, serta tergantung
pada jenis kamar tidur yang di sewa. Harga termurah di Startup Getaway
dimulai dari USD 50 (atau sekitar Rp 590.000) per hari.
13. The Sanur Space | Bali
The Sanur Space (TSS) adalah sebuah co-working space yang didirikan oleh
PT EMIK yang merupakan cabang Emic Research di Indonesia, sebuah
perusahaan riset dan konsultasi asal Belanda. TSS bertujuan untuk
menyediakan co-working space yang fleksibel bagi para profesional lokal
maupun internasional, serta mengadakan berbagai acara khususnya dalam
bidang sosial.
TSS menyediakan empat ruang bagi pelanggan, yakni main room, white room,
dapur, serta ruang terbuka berupa taman. Main room biasanya digunakan
untuk tempat bekerja yang dilengkapi dengan fasilitas seperti printer,
scanner, mesin foto copy, dan white board. Sementara white room biasanya
digunakan sebagai ruang untuk presentasi, seminar, ataupun rapat.
Kisaran harga sewa di TSS yakni sekitar USD 15 (sekitar Rp 178.000) per
hari. TSS beroperasi mulai dari jam 6 pagi hingga 10 malam dan buka
setiap hari kecuali hari Minggu.
14. WAVE Bali | Bali
WAVE merupakan sebuah co-working space yang didirikan oleh Ryuta Saito
dan Noritaka Kobayashi pada Februari 2014. Mereka ingin memfasilitasi
inovator, startup, komunitas, atau individu; sebuah tempat bekerja dan
berkolaborasi.
Co-working space yang terletak di Kuta ini menyediakan wi-fi, printer,
scanner, mesin foto copy, serta air mineral gratis bagi para member.
WAVE juga bisa dijadikan tempat untuk mengadakan berbagai acara.
Di antara semua co-working space di daftar ini, WAVE termasuk yang
paling murah. Member bisa memilih paket mingguan yakni sebesar Rp
150.000, paket 2 mingguan Rp 300.000, dan paket bulanan sebesar Rp
500.000. Bagi Anda yang hanya ingin mampir bekerja di WAVE sehari atau
dua hari, Anda tetap bisa menggunakan fasilitas di WAVE dengan harga
yang bisa dinegosiasikan. WAVE beroperasi mulai dari jam 10 pagi hingga 6
malam.
Baca juga: 14 co-working space keren di Indonesia http://id.techinasia.com/8-coworking-space-keren-di-indonesia/
Baca juga: 14 co-working space keren di Indonesia http://id.techinasia.com/8-coworking-space-keren-di-indonesia/
Dunia startup Indonesia
saat ini sedang mengalami pertumbuhan positif. Banyak inkubator dan
co-working space yang muncul di berbagai tempat di kota besar, dan
semuanya bertujuan untuk memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan
startup. Beberapa tempat disediakan secara gratis dan beberapa lagi
berbayar. Jika Anda mencari tempat yang bagus untuk bekerja,
berinteraksi, berkolaborasi, belajar, dan mengembangkan startup Anda di
Indonesia, berikut adalah sepuluh co-working space yang bisa jadi
pilihan Anda:
1. Bandung Digital Valley | Bandung
BDV (Bandung Digital Valley adalah co-working space gratis yang
diluncurkan oleh Telkom di Bandung pada bulan Desember tahun 2011 lalu.
Berlokasi di R&D center milik Telkom, tempat ini memiliki luas 1.200
meter persegi, dan Telkom mengijinkan orang-orang menggunakannya
sebagai co-working space, ruangan gadget, ruangan rapat, dan ruangan
inkubasi.
BDV dibangun untuk mendukung dan memfasilitasi perusahaan atau produk
milik technopreneur atau developer dan menjembatani mereka dengan target
pasarnya. Telkom mengatakan bahwa mereka akan berinvestasi sebesar Rp
50 miliar di BDV untuk jangka waktu tiga tahun ke depan.
Co-working space ini sendiri bisa menampung 100 orang. Untuk bisa
menempati BDV, Anda hanya perlu mendaftarkan diri di situsnya.
2. CodeMargonda | Depok
CodeMargonda adalah co-working space pertama di kota Depok dan didirikan
oleh Tommy Herdiansyah dan Febrian Shandy Rifano. Tempat ini bertujuan
untuk memfasilitasi interaksi dan kolaborasi antara startup lokal yang
ada di wilayahnya. Tempat ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas
untuk 35 orang, dan juga memiliki ruang rapat, dan ruang diskusi.
Tim atau individu yang non-profit bisa menggunakan tempat ini secara
gratis. Tapi mereka yang mencari profit dari usahanya harus membayar.
Biaya sewanya adalah Rp 15.000 per empat jam untuk member dan Rp 25.000
untuk non-member. Biaya sewa per bulannya sebesar Rp 660.000, dan biaya
sewa per tahunnya sebesar Rp 7,9 juta.
Selain menyediakan tempat, CodeMargonda juga sering mengadakan event
gratis atau berbayar seperti workshop dan diskusi.
3. COMMA | Jakarta
COMMA (Collaboration Matters) mengaku sebagai co-working space pertama
di kota Jakarta, dan didirikan oleh tujuh nama besar di dunia
entrepreneur Indonesia seperti Rene Suhardono (career coach dan founder
ImpactFactory), Yoris Sebastian (founder konsultan kreatif OMG), dan
Dondi Hananto (founder wujudkanID) di bulan November 2012 lalu.
COMMA ingin menumbuhkan lingkungan entrepreneur di Indonesia dengan
memfasilitasi orang-orang dari berbagai latar belakang agar mereka bisa
berinteraksi dan berkolaborasi. Tidak seperti co-working space lainnya,
yang secara spesifik ditujukan untuk startup, technopreneur, atau
developer, COMMA menerima orang dengan latar belakang yang berbeda yang
tertarik dan ingin bergabung di industri teknologi.
COMMA bisa menampung 40 orang, punya ruang rapat, dan bahkan punya
lounge untuk bermain Playstation dan tenis meja. Tiap kursi atau
tempatnya bisa digunakan dengan membayar Rp 50.000 per dua jam. Tapi
jika Anda ingin tinggal lebih lama, Anda bisa mendaftar sebagai anggota
dengan membayar Rp 3 juta per bulan.
4. Ciputra GEPI Incubator | Jakarta
Ciputra GEPI Incubator (CGI) diprakarsai oleh Global Entrepreneurship
Program Indonesia (GEPI) dan perusahaan properti Ciputra.
Space komunitas startup ini ingin menumbuhkan lingkungan entrepreneur di
Indonesia dengan menyediakan space fisik di Jakarta. Tempat ini
memiliki luas sebesar 520 meter persegi dan berfokus pada event, meetup,
networking, dan pelatihan. Tim CGI berencana memiliki paling tidak satu
event tiap minggunya dan akan melakukan yang terbaik untuk tetap gratis
dan terbuka.
5. Freeware | Jakarta
Freeware adalah co-working space gratis di Jakarta. Perusahaan
VC/investor, Grupara, awal tahun ini bekerja sama dengan perusahaan
energi Medco Energi untuk membantu entrepreneur yang masih berada dalam
fase awal untuk mengembangkan perusahaannya dengan menyediakan
co-working space yang nyaman dan pembentukan komunitas.
Freeware tidak hanya terbatas untuk perusahaan teknologi, tapi segala
bentuk bisnis Service Management Enterprise (SME) seperti fashion, jasa,
dan media. Freeware juga mengadakan sesi sharing rutin yang bertujuan
untuk membahas topik tertentu tiap minggunya, dan dibawakan oleh
pembicara yang terkenal dari industri startup. Freeware sudah cukup
penuh saat ini dengan 14 startup yang menggunakan layanannya di tahun
ini.
6. HackerSpaceBDG | Bandung
HackerSpaceBDG adalah co-working space di Bandung yang didirikan oleh
Reza Prabowo dan Yohan Totting. Mereka ingin memfasilitasi startup,
komunitas, atau individu; sebuah tempat bekerja dan berkolaborasi.
Tempat ini menawarkan delapan space dengan akses internet secara gratis,
tetapi jika ingin bekerja secara permanent, dapat mendonasikan uang
sebesar Rp 500.000 per bulan. Tempat ini juga terkadang digunakan untuk
event startup.
7. HackerSpaceYK | Yogyakarta
HackerSpaceYK adalah co-working space di Yogyakarta yang didirikan oleh
Reza Prabowo dan Yohan Totting. Seperti halnya HackerSpaceBDG, tempat
ini memfasilitasi tim atau individu dari industri kreatif seperti
startup, desainer, dan penulis.
Tempat ini memiliki 12 space dan bisa digunakan dengan membayar Rp
300.000 per bulannya. Luas HackerSpaceYK adalah sekitar 30 meter
persegi.
8. Jogja Digital Valley | Yogyakarta
JDV (Jogja Digital Valley) adalah co-working space gratis kedua yang
dibangun oleh Telkom, dan didirikan di kota Yogyakarta pada bulan
Agustus lalu. Konsep dan layanan yang diberikan JDV sama dengan BDV, dan
sama-sama bertujuan untuk mendorong pertumbuhan perusahaan milik
technopreneur atau developer dan menjembatani mereka dengan target
pasarnya. Tempat ini memiliki luas 800 meter persegi, ruangan gadget,
ruangan rapat, dan ruang inkubasi. Co-working space ini bisa menampung
sampai 50 orang.
Telkom menginvestasikan Rp 10 miliar selama tiga tahun ke depan untuk
JDV. Seperti halnya BDV, untuk menggunakan tempat ini, Anda hanya
perlumendaftar di situsnya.
Setelah Bandung dan Yogyakarta, Telkom juga berencana membangun Digital
Valley di kota besar seperti Jakarta, Medan, Surabaya, dan Bali.
9. Hubud | Bali
Hubud adalah co-working space pertama di Ubud yang didirikan oleh tiga
ekspatriat bernama Peter Wall, John Alderson, dan Steve Munroe. Tempat
ini didesain dengan konsep tempat terbuka yang dikelilingi taman dan
dilengkapi dengan fasilitas seperti internet yang cepat, printer,
scanner, mesin foto copy, dan ruang seminar.
Bagi yang ingin bekerja di Hubud, diwajibkan untuk mendaftar sebagai
member dengan biaya yang berbeda-beda, seperti Rp 500.000 untuk 25 jam
kerja per bulan atau Rp 2,5 juta untuk jam kerja tak terbatas selama
satu bulan. Hubud memiliki operating hour selama 24 jam setiap harinya,
sehingga member bisa datang kapan saja untuk bekerja. Co-working space
ini juga sering mengadakan acara gratis seperti meetup atau diskusi
dengan berkolaborasi dengan berbagai komunitas yang bisa diikuti oleh
member.
10. Pusat Kreatif Bandung | Bandung
Pusat Kreatif Bandung yang didirikan oleh Kementerian Pariwisata dan
Ekonomi Kreatif RI ini merupakan co-working space yang juga berperan
sebagai pusat inkubasi. Tempat ini diresmikan pada bulan Mei lalu dan
terbuka untuk umum, dengan syarat harus mendaftar sebagai member
terlebih dahulu.
Fasilitas yang ditawarkan antara lain ruang kerja, ruang seminar, 2
ruang meeting, internet, dan lab dari Intel.
11. Lineup Hub | Bali
Lineup Hub merupakan sebuah co-working space yang terletak di Seminyak.
Co-working space yang terbilang baru yakni dibuka sekitar bulan Mei
tahun ini mempunyai dua lantai dengan berbagai fasilitas seperti wi-fi,
ruang seminar, coffee brewer, dan PlayStation 4 yang bisa dimainkan di
waktu senggang.
Kisaran harga untuk member di Lineup Hub berbeda-beda, mulai dari Rp 1
juta per bulan untuk paket Basic (yakni hanya bisa mendapatkan akses 5
hari kerja dalam sebulan, serta diskon jika ingin menambah jumlah hari),
hingga Rp 2,9 juta untuk paket Full-Time (mendapat akses tak terbatas
selama sebulan, prioritas lebih menggunakan ruang seminar, menggunakan
loker, dan lainnya). Bagi Anda yang tertarik mencoba, Anda juga bisa
menggunakan paket harian yakni sebesar Rp 250.000 untuk satu hari.
Lineup Hub beroperasi mulai dari jam 10 pagi hingga 1 malam dan buka
pada hari Senin-Sabtu.
12. Startup Getaway | Bali
Berbeda dari yang lainnya, Startup Gateway yang didirikan oleh Liv.it
(dulunya Contenga), sebuah komunitas startup teknologi, tidak hanya
menawarkan co-working space, tapi juga menawarkan konsep lain yakni
co-living space.
Tidak hanya bekerja, Anda juga bisa tinggal di Startup Gateway. Startup
Gateway menyediakan enam power house (semacam villa) berbeda dengan
berbagai fasilitas di dalamnya. Selain co-working space, Anda bisa
menggunakan fasilitas lain seperti dapur, kolam renang, gazebo, kamar
tidur, perpustakaan, cafe, dan fasilitas lainnya. Asiknya, semua
kebutuhan harian Anda dipenuhi oleh Startup Getaway mulai dari makan
hingga laundry. Keenam power house tersebut terletak berdekatan dalam
satu lokasi yang dikelilingi oleh panorama hamparan padi di sawah yang
asri dan terkoneksi dengan wi-fi yang stabil.
(Baca juga: 7 startup menarik di Tech in Asia Meetup Bali)
Pelanggan Startup Getaway biasanya datang dengan satu tim startup yang
menyewa satu power house dalam jangka waktu tertentu. Namun, Anda juga
bisa bekerja di sini secara perorangan dengan jangka waktu yang bisa
Anda tentukan sendiri. Biaya sewa di Startup Getaway tergantung pada
durasi waktu, seperti harian, mingguan, atau bulanan, serta tergantung
pada jenis kamar tidur yang di sewa. Harga termurah di Startup Getaway
dimulai dari USD 50 (atau sekitar Rp 590.000) per hari.
13. The Sanur Space | Bali
The Sanur Space (TSS) adalah sebuah co-working space yang didirikan oleh
PT EMIK yang merupakan cabang Emic Research di Indonesia, sebuah
perusahaan riset dan konsultasi asal Belanda. TSS bertujuan untuk
menyediakan co-working space yang fleksibel bagi para profesional lokal
maupun internasional, serta mengadakan berbagai acara khususnya dalam
bidang sosial.
TSS menyediakan empat ruang bagi pelanggan, yakni main room, white room,
dapur, serta ruang terbuka berupa taman. Main room biasanya digunakan
untuk tempat bekerja yang dilengkapi dengan fasilitas seperti printer,
scanner, mesin foto copy, dan white board. Sementara white room biasanya
digunakan sebagai ruang untuk presentasi, seminar, ataupun rapat.
Kisaran harga sewa di TSS yakni sekitar USD 15 (sekitar Rp 178.000) per
hari. TSS beroperasi mulai dari jam 6 pagi hingga 10 malam dan buka
setiap hari kecuali hari Minggu.
14. WAVE Bali | Bali
WAVE merupakan sebuah co-working space yang didirikan oleh Ryuta Saito
dan Noritaka Kobayashi pada Februari 2014. Mereka ingin memfasilitasi
inovator, startup, komunitas, atau individu; sebuah tempat bekerja dan
berkolaborasi.
Co-working space yang terletak di Kuta ini menyediakan wi-fi, printer,
scanner, mesin foto copy, serta air mineral gratis bagi para member.
WAVE juga bisa dijadikan tempat untuk mengadakan berbagai acara.
Di antara semua co-working space di daftar ini, WAVE termasuk yang
paling murah. Member bisa memilih paket mingguan yakni sebesar Rp
150.000, paket 2 mingguan Rp 300.000, dan paket bulanan sebesar Rp
500.000. Bagi Anda yang hanya ingin mampir bekerja di WAVE sehari atau
dua hari, Anda tetap bisa menggunakan fasilitas di WAVE dengan harga
yang bisa dinegosiasikan. WAVE beroperasi mulai dari jam 10 pagi hingga 6
malam.
Baca juga: 14 co-working space keren di Indonesia http://id.techinasia.com/8-coworking-space-keren-di-indonesia/
Baca juga: 14 co-working space keren di Indonesia http://id.techinasia.com/8-coworking-space-keren-di-indonesia/
startup Indonesia
saat ini sedang mengalami pertumbuhan positif. Banyak inkubator dan
co-working space yang muncul di berbagai tempat di kota besar, dan
semuanya bertujuan untuk memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan
startup. Beberapa tempat disediakan secara gratis dan beberapa lagi
berbayar. Jika Anda mencari tempat yang bagus untuk bekerja,
berinteraksi, berkolaborasi, belajar, dan mengembangkan startup Anda di
Indonesia, berikut adalah sepuluh co-working space yang bisa jadi
pilihan Anda:
1. Bandung Digital Valley | Bandung
BDV (Bandung Digital Valley adalah co-working space gratis yang
diluncurkan oleh Telkom di Bandung pada bulan Desember tahun 2011 lalu.
Berlokasi di R&D center milik Telkom, tempat ini memiliki luas 1.200
meter persegi, dan Telkom mengijinkan orang-orang menggunakannya
sebagai co-working space, ruangan gadget, ruangan rapat, dan ruangan
inkubasi.
BDV dibangun untuk mendukung dan memfasilitasi perusahaan atau produk
milik technopreneur atau developer dan menjembatani mereka dengan target
pasarnya. Telkom mengatakan bahwa mereka akan berinvestasi sebesar Rp
50 miliar di BDV untuk jangka waktu tiga tahun ke depan.
Co-working space ini sendiri bisa menampung 100 orang. Untuk bisa
menempati BDV, Anda hanya perlu mendaftarkan diri di situsnya.
2. CodeMargonda | Depok
CodeMargonda adalah co-working space pertama di kota Depok dan didirikan
oleh Tommy Herdiansyah dan Febrian Shandy Rifano. Tempat ini bertujuan
untuk memfasilitasi interaksi dan kolaborasi antara startup lokal yang
ada di wilayahnya. Tempat ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas
untuk 35 orang, dan juga memiliki ruang rapat, dan ruang diskusi.
Tim atau individu yang non-profit bisa menggunakan tempat ini secara
gratis. Tapi mereka yang mencari profit dari usahanya harus membayar.
Biaya sewanya adalah Rp 15.000 per empat jam untuk member dan Rp 25.000
untuk non-member. Biaya sewa per bulannya sebesar Rp 660.000, dan biaya
sewa per tahunnya sebesar Rp 7,9 juta.
Selain menyediakan tempat, CodeMargonda juga sering mengadakan event
gratis atau berbayar seperti workshop dan diskusi.
3. COMMA | Jakarta
COMMA (Collaboration Matters) mengaku sebagai co-working space pertama
di kota Jakarta, dan didirikan oleh tujuh nama besar di dunia
entrepreneur Indonesia seperti Rene Suhardono (career coach dan founder
ImpactFactory), Yoris Sebastian (founder konsultan kreatif OMG), dan
Dondi Hananto (founder wujudkanID) di bulan November 2012 lalu.
COMMA ingin menumbuhkan lingkungan entrepreneur di Indonesia dengan
memfasilitasi orang-orang dari berbagai latar belakang agar mereka bisa
berinteraksi dan berkolaborasi. Tidak seperti co-working space lainnya,
yang secara spesifik ditujukan untuk startup, technopreneur, atau
developer, COMMA menerima orang dengan latar belakang yang berbeda yang
tertarik dan ingin bergabung di industri teknologi.
COMMA bisa menampung 40 orang, punya ruang rapat, dan bahkan punya
lounge untuk bermain Playstation dan tenis meja. Tiap kursi atau
tempatnya bisa digunakan dengan membayar Rp 50.000 per dua jam. Tapi
jika Anda ingin tinggal lebih lama, Anda bisa mendaftar sebagai anggota
dengan membayar Rp 3 juta per bulan.
4. Ciputra GEPI Incubator | Jakarta
Ciputra GEPI Incubator (CGI) diprakarsai oleh Global Entrepreneurship
Program Indonesia (GEPI) dan perusahaan properti Ciputra.
Space komunitas startup ini ingin menumbuhkan lingkungan entrepreneur di
Indonesia dengan menyediakan space fisik di Jakarta. Tempat ini
memiliki luas sebesar 520 meter persegi dan berfokus pada event, meetup,
networking, dan pelatihan. Tim CGI berencana memiliki paling tidak satu
event tiap minggunya dan akan melakukan yang terbaik untuk tetap gratis
dan terbuka.
5. Freeware | Jakarta
Freeware adalah co-working space gratis di Jakarta. Perusahaan
VC/investor, Grupara, awal tahun ini bekerja sama dengan perusahaan
energi Medco Energi untuk membantu entrepreneur yang masih berada dalam
fase awal untuk mengembangkan perusahaannya dengan menyediakan
co-working space yang nyaman dan pembentukan komunitas.
Freeware tidak hanya terbatas untuk perusahaan teknologi, tapi segala
bentuk bisnis Service Management Enterprise (SME) seperti fashion, jasa,
dan media. Freeware juga mengadakan sesi sharing rutin yang bertujuan
untuk membahas topik tertentu tiap minggunya, dan dibawakan oleh
pembicara yang terkenal dari industri startup. Freeware sudah cukup
penuh saat ini dengan 14 startup yang menggunakan layanannya di tahun
ini.
6. HackerSpaceBDG | Bandung
HackerSpaceBDG adalah co-working space di Bandung yang didirikan oleh
Reza Prabowo dan Yohan Totting. Mereka ingin memfasilitasi startup,
komunitas, atau individu; sebuah tempat bekerja dan berkolaborasi.
Tempat ini menawarkan delapan space dengan akses internet secara gratis,
tetapi jika ingin bekerja secara permanent, dapat mendonasikan uang
sebesar Rp 500.000 per bulan. Tempat ini juga terkadang digunakan untuk
event startup.
7. HackerSpaceYK | Yogyakarta
HackerSpaceYK adalah co-working space di Yogyakarta yang didirikan oleh
Reza Prabowo dan Yohan Totting. Seperti halnya HackerSpaceBDG, tempat
ini memfasilitasi tim atau individu dari industri kreatif seperti
startup, desainer, dan penulis.
Tempat ini memiliki 12 space dan bisa digunakan dengan membayar Rp
300.000 per bulannya. Luas HackerSpaceYK adalah sekitar 30 meter
persegi.
8. Jogja Digital Valley | Yogyakarta
JDV (Jogja Digital Valley) adalah co-working space gratis kedua yang
dibangun oleh Telkom, dan didirikan di kota Yogyakarta pada bulan
Agustus lalu. Konsep dan layanan yang diberikan JDV sama dengan BDV, dan
sama-sama bertujuan untuk mendorong pertumbuhan perusahaan milik
technopreneur atau developer dan menjembatani mereka dengan target
pasarnya. Tempat ini memiliki luas 800 meter persegi, ruangan gadget,
ruangan rapat, dan ruang inkubasi. Co-working space ini bisa menampung
sampai 50 orang.
Telkom menginvestasikan Rp 10 miliar selama tiga tahun ke depan untuk
JDV. Seperti halnya BDV, untuk menggunakan tempat ini, Anda hanya
perlumendaftar di situsnya.
Setelah Bandung dan Yogyakarta, Telkom juga berencana membangun Digital
Valley di kota besar seperti Jakarta, Medan, Surabaya, dan Bali.
9. Hubud | Bali
Hubud adalah co-working space pertama di Ubud yang didirikan oleh tiga
ekspatriat bernama Peter Wall, John Alderson, dan Steve Munroe. Tempat
ini didesain dengan konsep tempat terbuka yang dikelilingi taman dan
dilengkapi dengan fasilitas seperti internet yang cepat, printer,
scanner, mesin foto copy, dan ruang seminar.
Bagi yang ingin bekerja di Hubud, diwajibkan untuk mendaftar sebagai
member dengan biaya yang berbeda-beda, seperti Rp 500.000 untuk 25 jam
kerja per bulan atau Rp 2,5 juta untuk jam kerja tak terbatas selama
satu bulan. Hubud memiliki operating hour selama 24 jam setiap harinya,
sehingga member bisa datang kapan saja untuk bekerja. Co-working space
ini juga sering mengadakan acara gratis seperti meetup atau diskusi
dengan berkolaborasi dengan berbagai komunitas yang bisa diikuti oleh
member.
10. Pusat Kreatif Bandung | Bandung
Pusat Kreatif Bandung yang didirikan oleh Kementerian Pariwisata dan
Ekonomi Kreatif RI ini merupakan co-working space yang juga berperan
sebagai pusat inkubasi. Tempat ini diresmikan pada bulan Mei lalu dan
terbuka untuk umum, dengan syarat harus mendaftar sebagai member
terlebih dahulu.
Fasilitas yang ditawarkan antara lain ruang kerja, ruang seminar, 2
ruang meeting, internet, dan lab dari Intel.
11. Lineup Hub | Bali
Lineup Hub merupakan sebuah co-working space yang terletak di Seminyak.
Co-working space yang terbilang baru yakni dibuka sekitar bulan Mei
tahun ini mempunyai dua lantai dengan berbagai fasilitas seperti wi-fi,
ruang seminar, coffee brewer, dan PlayStation 4 yang bisa dimainkan di
waktu senggang.
Kisaran harga untuk member di Lineup Hub berbeda-beda, mulai dari Rp 1
juta per bulan untuk paket Basic (yakni hanya bisa mendapatkan akses 5
hari kerja dalam sebulan, serta diskon jika ingin menambah jumlah hari),
hingga Rp 2,9 juta untuk paket Full-Time (mendapat akses tak terbatas
selama sebulan, prioritas lebih menggunakan ruang seminar, menggunakan
loker, dan lainnya). Bagi Anda yang tertarik mencoba, Anda juga bisa
menggunakan paket harian yakni sebesar Rp 250.000 untuk satu hari.
Lineup Hub beroperasi mulai dari jam 10 pagi hingga 1 malam dan buka
pada hari Senin-Sabtu.
12. Startup Getaway | Bali
Berbeda dari yang lainnya, Startup Gateway yang didirikan oleh Liv.it
(dulunya Contenga), sebuah komunitas startup teknologi, tidak hanya
menawarkan co-working space, tapi juga menawarkan konsep lain yakni
co-living space.
Tidak hanya bekerja, Anda juga bisa tinggal di Startup Gateway. Startup
Gateway menyediakan enam power house (semacam villa) berbeda dengan
berbagai fasilitas di dalamnya. Selain co-working space, Anda bisa
menggunakan fasilitas lain seperti dapur, kolam renang, gazebo, kamar
tidur, perpustakaan, cafe, dan fasilitas lainnya. Asiknya, semua
kebutuhan harian Anda dipenuhi oleh Startup Getaway mulai dari makan
hingga laundry. Keenam power house tersebut terletak berdekatan dalam
satu lokasi yang dikelilingi oleh panorama hamparan padi di sawah yang
asri dan terkoneksi dengan wi-fi yang stabil.
(Baca juga: 7 startup menarik di Tech in Asia Meetup Bali)
Pelanggan Startup Getaway biasanya datang dengan satu tim startup yang
menyewa satu power house dalam jangka waktu tertentu. Namun, Anda juga
bisa bekerja di sini secara perorangan dengan jangka waktu yang bisa
Anda tentukan sendiri. Biaya sewa di Startup Getaway tergantung pada
durasi waktu, seperti harian, mingguan, atau bulanan, serta tergantung
pada jenis kamar tidur yang di sewa. Harga termurah di Startup Getaway
dimulai dari USD 50 (atau sekitar Rp 590.000) per hari.
13. The Sanur Space | Bali
The Sanur Space (TSS) adalah sebuah co-working space yang didirikan oleh
PT EMIK yang merupakan cabang Emic Research di Indonesia, sebuah
perusahaan riset dan konsultasi asal Belanda. TSS bertujuan untuk
menyediakan co-working space yang fleksibel bagi para profesional lokal
maupun internasional, serta mengadakan berbagai acara khususnya dalam
bidang sosial.
TSS menyediakan empat ruang bagi pelanggan, yakni main room, white room,
dapur, serta ruang terbuka berupa taman. Main room biasanya digunakan
untuk tempat bekerja yang dilengkapi dengan fasilitas seperti printer,
scanner, mesin foto copy, dan white board. Sementara white room biasanya
digunakan sebagai ruang untuk presentasi, seminar, ataupun rapat.
Kisaran harga sewa di TSS yakni sekitar USD 15 (sekitar Rp 178.000) per
hari. TSS beroperasi mulai dari jam 6 pagi hingga 10 malam dan buka
setiap hari kecuali hari Minggu.
14. WAVE Bali | Bali
WAVE merupakan sebuah co-working space yang didirikan oleh Ryuta Saito
dan Noritaka Kobayashi pada Februari 2014. Mereka ingin memfasilitasi
inovator, startup, komunitas, atau individu; sebuah tempat bekerja dan
berkolaborasi.
Co-working space yang terletak di Kuta ini menyediakan wi-fi, printer,
scanner, mesin foto copy, serta air mineral gratis bagi para member.
WAVE juga bisa dijadikan tempat untuk mengadakan berbagai acara.
Di antara semua co-working space di daftar ini, WAVE termasuk yang
paling murah. Member bisa memilih paket mingguan yakni sebesar Rp
150.000, paket 2 mingguan Rp 300.000, dan paket bulanan sebesar Rp
500.000. Bagi Anda yang hanya ingin mampir bekerja di WAVE sehari atau
dua hari, Anda tetap bisa menggunakan fasilitas di WAVE dengan harga
yang bisa dinegosiasikan. WAVE beroperasi mulai dari jam 10 pagi hingga 6
malam.
Baca juga: 14 co-working space keren di Indonesia http://id.techinasia.com/8-coworking-space-keren-di-indonesia/
Baca juga: 14 co-working space keren di Indonesia http://id.techinasia.com/8-coworking-space-keren-di-indonesia/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar